Wisata Spiritual – Tirta Sudamala Bangli

Hari ini badan terasa penat setelah hampir tiap hari pulang pergi Bangli – Songan dalam beberapa minggu terakhir ini untuk persiapan Karya Panca Wali Krama di Pura Hulundanu Batur, Desa Pekraman Songan. Istri inisiatif ngajakin berendam di sungai untuk mengurangi kepenatan badan kami. Akhirnya kami sepakat untuk berendam sekaligus melukat di Tirta Sudamala sepulang istri dari kantor. Mengingat lokasinya hanya beberapa menit dari rumah, kami berangkat pukul 16.30 dari rumah. Sampai di lokasi, ternyata ramai oleh pengunjung yang melukat mengingat hari ini ternyata bertepatan dengan Kajeng Kliwon.

4

Tirta Sudamala sebenarnya sudah dikenal sejak dulu. Bahkan ketika saya masih SMA sekitar tahun 1997 sudah sempat ke tempat ini untuk melakukan ritual melukat. Namun saat itu masih sepi dan aksesnya juga masih sangat sulit. Kini setelah dikenal di seluruh Bali Sudamala sudah berbenah dan dilengkapi dengan akses yang mudah serta parkir yang luas. Bila anda memakai kendaraan roda 4 atau lebih, anda harus berjalan sekitar 200-300 meter untuk sampai di lokasi melukat. Sedangkan sepeda motor bisa turun dan parkir dekat tempat melukat. Hanya perlu melewati beberapa puluh anak tangga dari parkir sepeda motor.

1

Tempat ini masih sangat asri dan dikelilingi oleh rimbun pepohonan yang menghijau. Sebuah sungai kecil mengalir pelan dengan air jernih dimanfaatkan oleh masyarakat skitar untuk mandi dan berendam. Di atas sungai berdiri Pura Tirta Sudamala. Di sisi lainnya telah tersedia bangunan tempat istirahat, tempat donasi, loker dan ruang ganti.

6

Sebelum melakukan ritual melukat ini, sebaiknya anda persiapkan pejati dan canang secukupnya. Bila anda enggan membawanya dari rumah, anda bisa langsung membeli di sekitar tempat pelukatan. Anda diwajibkan melakukan sembahyang yang dipimpin oleh pemangku setempat sebelum melukat.

3

Setelah sembahyang dan menghaturkan pejati kamu boleh langsung menuju beberapa pancuran di sekitar lokasi. Pancuran utama terdiri dari 9 pancuran yang merupakan pancuran melambangkan Dewata Nawa Sanga. Untuk lebih jelasnya silakan tonton video singkat yang sempat saya abadikan dengan kamera sederhana. Selesai melakukan ritual melukat, anda akan diberikan tirta dan bija oleh pemangku.

5

Tirta Sudamala dipercaya oleh masyarakat sebagai tirta pelebur mala. Secara spiritual tirta ini dianggap bisa membersihkan kotoran rohani atau mala. Usai melakukan ritual anda dipercaya akan bersih dari beragam kotoran-kotoran secara spiritual.

7

Ingat, ini adalah tempat suci. Jadi perhatikan hal-hal yang pantang dilakukan di tempat suci. Salah satu keunikannya adalah, wanita hamil dilarang meminum atau nunas tirta di tempat ini. Tidak dijelaskan lebih lanjut apa dampak dari wanita hamil yang meminum tirta ini. Jangan lupa jaga kebersihan dan menyisihkan sedikit dana punia atau donasi untuk membantu warga merawat tempat ini.

Selamat melukat!

Komentar dengan Facebook di Sini

2 Comments

Leave a Reply